Jenis Monitor


Jenis monitor dikala ini semakin bertambah,
seiring kemajuan teknologi komponen komputer.





Contoh sederhananya dari sisi resolusi,
panel yang dipakai, hingga layar yang bisa berbentuk curve (melengkung).





Monitor-monitor ini tentunya berbeda-beda tujuan, jika dari segi keperluan pemakaian.







Isi Tulisan




Jenis Monitor yang Banyak Dipakai Saat Ini





Nah, di sini aku ingin membahas jenis-jenis monitor yang biasa dipakai sehari-hari dan umum di Indonesia.





Kebetulan aku sendiri telah pernah punya
banyak sekali jenis monitor, dari yang biasa sampai yang touchscreen 😀





#1. LCD





Monitor LCD




LCD (Liquid
Crystal Display
) ialah jenis monitor yang memakai komponen sejenis cairan
Kristal.





Cairan kristal
ini akan membentuk suatu pixel, sehingga performa display yang dihasilkan
pada monitor menjadi tajam dan jernih.





Monitor ini dahulu
sungguh lazim dipakai, sekitar 2012 sampai 2017, sebelum orang-orang berpindah ke
monitor LED.





Oh ya, untuk LCD
ini punya tiga tipe panel:





Tipe PanelKeterangan
TN (Twisted Nematic)Panel TN ini harganya yang paling terjangkau. Biasanya dijumpai di monitor low hingga midrange.
IPS (In-Plane Switching)Panel IPS mampu dikatakan yang paling biasa dipakai dikala ini. Terutama di sektor midrange.
VA (Vertical Alignment)LCD VA punya spek yang balance dari dua tipe panel sebelumnya. Biasanya response time monitor ini cukup tinggi.




Beda tipe panel, beda juga gambar yang dihasilkan.





Contoh dari segi angle ketika kita menyaksikan layar, TN akan cenderung gelap jikalau dilihat dari sisi pinggir, sedangkan IPS akan selalu terang.





#2. LED





Monitor LED




Monitor LED (Light-Emitting
Diode
). Jenis ini ialah hasil perkembangan dari monitor LCD.





Perbedaan secara
garis besarnya sih:





  • Kualitas gambar yang dihasilkan
    lebih jernih
  • Lebih irit daya dibandingkan
    monitor jenis LCD
  • Desain monitor LED lebih tipis, sehingga mudah dipindahkan
  • Komponen cenderung lebih abadi
    (tergantung pemakaian ya)




Tapi jikalau dari
segi harga, monitor LED pastinya lebih mahal dari LCD. Walau demikian,
kebanyakan monitor yang kita lihat dikala ini sudah LED.





Sedangkan untuk panel, LED kini biasanya masih menggunakan tiga panel yang saya sebut (TN, IPS, VA).





Baca Juga: Cara SS (Screenshots) di Windows 10





#3. CRT











CRT (Cathode-Ray
Tube
) yaitu jenis monitor lama yang biasa dipakai tahun 1990-an hingga
2000-an (sebelum populernya LCD). Biasa disebut juga monitor tabung.





Monitor ini
punya ciri fisik yang tebal, dan cukup berat bila diangkat. Biasanya minimal
sekitar 3KG hingga 5KG.





Walau termasuk
monitor usang, sampai kini masih ada juga kok yang menyimpan dan menggunakan
jenis monitor ini.





#4. OLED





Jenis Monitor OLED




Monitor OLED (Organic Light-Emitting
Diode). Monitor ini punya ciri fisik yang bisa dibilang sungguh tipis,
namun kualitas grafiknya sungguh bagus.





Monitor OLED sendiri meskipun ditujukan
untuk kalangan biasa , tapi lebih condong digunakan oleh orang-orang yang butuh
penampilan dengan akurasi warna tinggi.





Misalnya video editor atau desainer.





Karena kebanyakan dari monitor ini memang telah mengusung resolusi sekurang-kurangnya2K dengan akurasi warna di atas 90%.





Baca Juga: Bikin Dual Monitor? Ini Caranya





#5. Monitor Touchscreen





Jenis Monitor Touchscreen




Monitor ini biasanya berjenis LCD atau LED,
hanya saja terdapat fitur touchscreen
internal pada panelnya.





Umumnya, monitor ini dipakai sehari-hari oleh orang-orang yang melakukan pekerjaan di kantoran, maupun untuk membuat gambar oleh desainer.





Baca Juga: Cara Atur Windows 10 Jadi Split Screen





Akhir Kata





Sebenarnya masih ada lagi jenis-jenis
monitor yang lain. Seperti plasma dan DLP (Digital Micromirror Devices).





Tapi seperti yang diterangkan, yang saya khususkan di sini adalah jenis monitor yang umum dipakai sehari-hari dan yang umum didapatkan.





Semoga berguna.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel