Mengenal Uefi Dan Bedanya Dengan Bios

Mode UEFI dan Mode Legacy" width="1200" height="675" src="https://www.youtube.com/embed/cM6rCKssHJk?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen>





Nah, ada lagi bahasan berikutnya.





Yaitu UEFI dan Legacy. Ini bukan wacana firmware, melainkan jenis pengaturan di UEFI yang saya bisa bilang sih masih terkait.





Masih banyak
juga orang yang masih belum tahu lho.
Berikut perbedaannya:





UEFILegacy
Bisa menyimpan lebih dari 1 bootloaderHanya mampu menyimpan 1 bootloader
Mendukung kapasitas disk hingga 9ZB Mendukung kapasitas disk sampai 2TB
Bisa membuat sampai 128 partisiBisa menciptakan 4 partisi




Nah, mesti pilih
yang mana? Kalau Anda cek pengaturan ini, konfigurasinya bahwasanya mesti
diubahsuaikan dengan komponen dan versi Windows.





Contohnya:





  • Kalau Anda pakai Windows 10,
    lazimnya Anda mesti menertibkan setting
    ke UEFI. Karena Windows 10 sendiri cuma aktif di GPT yang belum support di pengaturan Legacy.
  • Atau kalau Anda pakai bagian
    tertentu dengan total penyimpanan yang kapasitasnya lebih dari 2TB, maka wajib
    pakai UEFI.




Akhir Kata





Sekian pembahasan UEFI dan bedanya dengan
BIOS. Termasuk juga terkait dengan pengaturan UEFI dan Legacy yang mampu kita
dapatkan di pengaturannya.





Well walau jenisnya berlainan, alasannya adalah masih satu firmware, jadi secara garis besar fungsinya sama.





Karena itu saya eksklusif sih lebih sering
menyebut perumpamaan UEFI ini dengan BIOS imbas sudah sudah biasa 😀





Ada pertanyaan terkait, di bawah artikel
ini ada kolom komentar. Silakan tulis dan kirimkan di sana ya.





Semoga
bermanfaat.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel